Minggu, 30 Desember 2012

MENYAMBUT TAHUN BARU

Bahan Bacaan: Wahyu 22:13  Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir."--

Hari ini merupakan hari terakhir tahun ini, dan tengah malam nanti, beralih ke tahun yang baru. Beragam aktivitas orang untuk mengakhiri dan mengawali. Ada yang merayakannya dengan pesta kembang api, bersenang-senang di tempat hiburan, dan perayaan lainnya.

Ada pula yang menyikapinya dengan ketakutan akan masa depan. Apalagi yang tergantung dengan segala macam ramalan berdasarkan bintang dan binatang. Mereka ini jadi pergi ke dukun atau paranormal, meminta nasihat, doa dan penangkal nasib buruk. Tujuannya, agar di tahun yang baru lebih sukses dari sebelumnya.

Tuhan Yesus Kristus menegaskan diriNyalah yang awal dan akhir, alfa dan omega, seperti bacaan kita di kitab Wahyu tadi. Dialah pencipta alam semesta (Yohanes 1:3), Rajasorga (Matius 25: 31-46), dan segala sesuatu berada di dalam kendaliNya (Roma 8:28). Masa depan memang misteri, tapi Tuhan Yesus ada di sana.

Manusia dengan kemajuan ilmu pengetahuan, mencoba prediksi apa yang bakal terjadi di tahun yang baru. Desember ramai diskusi dan ekspose tentang outlook bidang ekonomi, sosial, politik dan lain-lain. Tapi semua sebatas prediksi berdasarkan asumsi di tahun yang lama, tak ada yang bisa memastikan apa yang bakal terjadi.

Ketika semua yang lainnya goyah, maka Tuhan Yesus menegaskan diriNya satu-satunya kepastian, yang terpercaya dan menjamin. Kuasa di sorga dan bumi di tanganNya, dan Dia janji menyertai kita yang percaya kepadaNya senantiasa, sampai kesudahan zaman.

Matius 28:18-20  Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."--

Di tahun yang lama, mungkin kita merasa jalan hidup kita tak benar, ada yang salah, dan tak beres. Datanglah ke Tuhan Yesus, Dia akan luruskan jalanmu di tahun yang baru. Amsal 3:5-6  Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.--

Jadi, kenapa harus takut? Tuhan Yesus menjadi jaminan bagi kita memasuki tahun yang baru. Malam tahun baru saatnya melakukan introspeksi, retrospeksi atau refleksi, meminta Tuhan evalusi jalan hidupmu. Percayakan hidupmu kepada Tuhan Yesus, akui Dia, maka jalanmu akan diluruskan.(Medan, 31 Desember 2012, Tim KKS)

Sabtu, 29 Desember 2012

ISTRI MEMENANGKAN SUAMI YANG BELUM BERTOBAT

Bahan Bacaan: 1 Petrus 3:1-4  Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Tuhan.--

Beberapa isteri tampak semangat mensharingkan topik doa dalam sebuah pertemuan ibadah. Mereka mengeluhkan kelakuan suami yang belum bertobat. Para isteri ini memohon dukungan doa dan kesediaan para hamba Tuhan menginjili suaminya.

Seorang isteri yang baru setahun terakhir bertobat dengan sedih mengaku makin sering bertengkar dengan suami, dibanding sebelum kenal Tuhan. Pasalnya dia memaksa suaminya ikut kebaktian, dipertemukan dengan hamba Tuhan, disuruh baca Alkitab dan buku rohani. Bagi suaminya, itu semua berlebihan dan tak masuk akal.

Malah suaminya menyerang istri, karena menilai waktunya untuk keluarga berkurang. Beberapa pekerjaan terabaikan, karena istri sering keluar rumah. Dalihnya, ikut kebaktian, KKR, kunjungan dan kegiatan rohani lainnya. Suami merasa diabaikan istri, dan menganggap segala sesuatu yang berbau rohani ini yang membuat istrinya berubah, tak peduli lagi bagi keluarga.

"Kok suamiku makin mengeraskan hati ya, saat aku mulai serius ikut Tuhan. Aku sudah sering doa, berpuasa, mengajaknya kebaktian, dan menyuruh hamba Tuhan melayaninya. Namun, suamiku bukannya berubah, kami jadi sering bertengkar. Apa ya, yang harus kulakukan?" keluh seorang istri.

Fenomena ini sering terjadi di tengah-tengah anak Tuhan. Rasul Petrus memberi saran bagaimana istri memenangkan suami yang belum bertobat. Istri diminta memperbaiki kesaksian di hadapan suami. Bukan justru sibuk bicara dan ajak sana sini agar suami bertobat.

Istri yang lemah lembut dan tentram, menurut Rasul Petrus merupakan daya tarik yang luarbiasa bagi suami yang belum bertobat. Itu diibaratkannya sebagai perhiasan, yang membuat istri tambah cantik, secara batiniah. Ini yang sekarang populer dengan istilah inner beauty.

Istri dengan tipe seperti ini, menurut Petrus membawa pengaruh luarbiasa bagi suami yang belum bertobat. Bahkan, tanpa perkataan bisa memenangkan suaminya. Hai para istri yang suaminya belum juga mau sungguh-sungguh ikut Tuhan Yesus, mari koreksi diri, bagaimana sikap dan kesaksianmu.

Berdoa, berpuasa, meminta dukungan doa, mengajak ibadah, mempertemukan dengan hamba Tuhan, itu semua cara yang baik! Tapi itu bisa menjadi sia-sia, kalau kesaksianmu buruk. Minta Tuhan Yesus benahi dirimu, agar memiliki roh lemah lembut dan tentram.

Pada waktuNya, imani dengan sungguh, jangan tergesa-gesa, Tuhan Yesus pasti jamah hati suamimu. Percaya Tuhan Yesus menangkan keluarga seperti dalam Kisah Para Rasul 16:31  Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."--(Tim KKS, Medan 30 Desember 2012)

Jumat, 28 Desember 2012

TUHAN YESUS INGIN TINGGAL DALAM DIRIMU

Bahan Bacaan: Yohanes 15:4  Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.--

Pada masa awal kehidupan manusia, sebelum kejatuhan ke dalam dosa, Adam dan Hawa tinggal di Taman Eden. Mereka bergaul sangat intim dengan Tuhan di sana. Hidupnya penuh damai sejahtera, sukacita dan tak kekurangan suatu apapun. Cara berkomunikasi Adam dan Hawa secara langsung kepada Tuhan, tanpa perantara dan sekat atau media (Kejadian 3:8-12).

Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, hubungannya dengan Tuhan makin renggang. Paulus menyebut dosa membuat manusia terpisah dengan Tuhan. Baca dalam Roma 3:23  Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan.-- Hubungan Adam dan Hawa yang sebelumnya akrab, dan bisa bicara langsung tanpa ada media, perantara dan birokrasi, kini berubah.

Pada masa Kain dan Habel, dikenal adanya mezbah sebagai sarana menyampaikan persembahan kepada Tuhan (Kejadian 4:3-4). Ini berlanjut pada kebiasaan Yakub, mendirikan mezbah untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Manusia mempersembahkan korban di atas mezbah yang didirikan untuk Tuhan.

Lalu, pada masa Musa mulai diperkenalkan kemah pertemuan, dengan imam dari kaum Lewi sebagai perantara. Manusia berhubungan dengan Tuhan melalui perantara, yakni imam. Hanya imam yang bisa masuk ruang kudus dan ruang mahakudus. Manusia biasa hanya sampai pelataran saja. Praktik ini yang dilanjutkan pada masa Salomo, ketika bait suci didirikan di Yerusalem. Konsepnya sama saja dengan kemah pertemuan.

Ada orang yang menjadi imam. Golongan ini menjadi jabatan istimewa karena manusia berhubungan dengan Tuhan melalui mereka. Ini berlangsung sejak zaman Musa sampai zaman Yesus datang sebagai manusia. Kebiasaan ini ditiru sebagian orang Kristen dan yang mengaku anak Tuhan sampai saat ini. Apa benar Tuhan Yesus masih menginginkan model hubungan yang menggunakan imam sebagai perantara?

Tuhan Yesus menegaskan model hubungan seperti itu telah berakhir. Ini disampaikannya dalam perbincangan dengan perempuan Samaria, mari kita baca beberapa bagian. Yohanes 4:10, 21, 23-24  Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Tuhan dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."
Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Tuhan itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."--

Penyembahan, komunikasi dengan Tuhan tak lagi melalui perantara, tapi berlangsung dalam roh dan kebenaran. Ini secara demonstratif diproklamasikan saat kematian Tuhan Yesus anak manusia di kayu salib, tirai yang memisahkan ruang mahakudus dan kudus di bait suci Yerusalem terkoyak. Matius 27:51  Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah-- Markus juga mencatat fenomena yang sama.

Ahli Alkitab sepakat, makna terkoyaknya tabir bait suci adalah pulihnya hubungan Tuhan dengan manusia. Tak ada lagi penghalang, tak ada pemisah, kita manusia berdosa bisa berhubungan langsung kembali dengan Tuhan. Menikmati pergaulan akrab seperti yang dialami Adam dan Hawa sebelum jatuh ke dalam dosa.

Itu sebabnya dalam bacaan kita di Yohanes 15 tadi, Tuhan Yesus menginginkan hubungan yang sangat intim dengan kita pengikutNya. Tuhan Yesus dalam kita dan kita dalam Tuhan Yesus. Kelas imam sebagai perantara telah berakhir. Kini kita semua adalah imam (1 Petrus 2:9), bagi orang-orang yang belum percaya. Jika seseorang sudah bertobat, percaya kepada Tuhan Yesus, maka dia berhubungan langsung dengan Tuhan Yesus.(Medan, 29 Desember 2012, Tim KKS)

Kamis, 27 Desember 2012

ITU BUKAN URUSANMU

Bahan bacaan: Yohanes 21:22  Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."--

Sebagai orang percaya sering kita termotivasi ingin mengetahui berbagai misteri tentang Tuhan. Banyak yang ingin mengetahui alasan Tuhan melakukan sesuatu. Mengapa terjadi begini, dan kenapa terjadi begitu.

Tak sedikit pula yang menghabiskan waktu membahas masa depan dari sudut pandang Alkitab. Mereka mengulas fenomena alam, kejadian politik, perkembangan teknologi, dan masalah sosial,dan mengaitkannya dengan Alkitab. Biasanya diikuti dengan larangan atau pernyataan nubuat (ramalan?) akan terjadi sesuatu.

Topik populer yang menjadi bahasan, antara lain mengenai kapan kiamat. Obsesi untuk mengetahui kapan akhir dunia ini telah menghasilkan banyak orang aneh, yang menafsirkan Alkitab sesuka hati. Topik lain, tentang misteri 666, banyak versi bahasan soal ini, ada mengaitkan ke komputer, chip dan perkembangan teknologi lainnya.

Bahasan lain yang tak kalah populer, adalah menghubung-hubungkan satu produk dengan gereja setan. Satu lagi, suka mengupload dan menyebarkan foto yang diyakini sebagai penampakan Tuhan atau wujud iblis,apakah dalam bentuk awan, atau siluet. Waktu banyak habis membahas, mensharingkan ke orang lain, dan mencari lagi hal baru.

Akibatnya tugas dari Tuhan untuk kita terabaikan. Padahal Dia memanggil kita keluar dari kegelapan, untuk memberitakan Injil, menuntun orang lain datang kepada Tuhan Yesus Kristus Rajasorga. (Matius 28:18-20, Yohanes.15:16, 1 Petrus 2:9). Bagian kita adalah mengikut Dia, seperti bacaan kita di Yohanes pasal 21 tadi.

Para murid waktu itu tergoda ingin mengetahui apa yang terjadi masa depan Rasul Yohanes. Namun, Tuhan Yesus tegaskan itu bukan urusan murid. Urusan kita mengikut Dia, mendengarkan perintahNya dan menaati kehendakNya bagi kita. Berhentilah mengurusi yang bukan urusanmu, lakukan bagianmu.

Banyak hal karya, pikiran dan rencana Tuhan, tak harus dimengerti atau kita ketahui. Mari saudara fokus pada prioritas Tuhan bagi dunia ini. Apa itu, ikut Dia, dan beritakan Injil Kerajaan Sorga.(Medan, 28 Desember 2012, Tim KKS)

Jumat, 21 Desember 2012

INI DIA RAJA DALAM KERAJAAN SORGA

Bahan Bacaan: Matius 6:9-10  Karena itu berdoalah demikian:Bapa kami yang di sorga,Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu,jadilah kehendak-Mudi bumi seperti di sorga.--

Tuhan Yesus Kristus mengajarkan bagaimana berdoa kepada para pengikut. Satu kalimat berbunyi: Datanglah KerajaanMu! Apa itu Kerajaan Tuhan, yang pada bagian lain Alkitab disebut Kerajaan Sorga? Karena istilah ini berulangkali disebut Tuhan Yesus dalam Injil dan dilanjutkan para muridNya dalam surat kiriman.

Paulus menyebutkan dalam Roma 14:17  Sebab Kerajaan Tuhan bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.-- Jadi, Kerajaan Sorga itu bukan soal kedagingan, tapi masalah roh yang tak kasat mata. Lebih jelas ini dinyatakan Tuhan Yesus dalam Lukas 17:20  Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Tuhan datang tanpa tanda-tanda lahiriah--

Selain Kerajaan Sorga, ada kerajaan iblis yang sama-sama beroperasi di alam roh. Informasi ini disampaikan Tuhan Yesus sendiri dalam Lukas 11:18  Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.--  Jadi di alam roh, ada dua kerajaan, satu rajanya iblis, satu lagi Tuhan Yesus yang menjadi Raja.

Bukti Yesus merupakan Raja di Kerajaan Sorga, dicatat dalam beberapa bagian di rekaman Injil. Lukas 22:30  bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.--

Yohanes 18:36-37  Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini." Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau adalah raja?" Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku."--

Karena Yesus adalah Raja, itu sebabnya ketika Ia datang ke dunia menjadi manusia, orang Majus jelas menyebutnya sebagai Raja. Ketika bertemu Raja Yesus, yang sosoknya saat itu bayi yang baru lahir, orang Majus yang mengetahui Dia adalah Raja, tak berpikir panjang, langsung sujud menyembah. Mereka juga mempersembahkan persembahan mereka, layaknya untuk Raja.

Ini dicatat dalam Matius 2:1-2  Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, i orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."-- Matius 2:11  Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.--

Jadi dalam suasana Natal ini, kendati datang dalam wujud manusia, Yesus adalah Rajasorga. Bagi setiap yang merayakan Natal harus memaknainya dengan menyembah Yesus Kristus sebagai Raja. Persembahkanlah dirimu seutuhnya (Roma 12:1) kepada Raja Yesus. Pada 2012 tahun lalu, Dia tampil dalam wujud manusia selama kurang lebih 33,5 tahun, setelah itu kembali ke sorga, ke KerajaanNya.TUHAN YESUS RAJASORGA MEMBERKATI (Medan, 22 Desember 2012)

Kamis, 20 Desember 2012

ZAMAN INI BUTUH NABI YANG BERANI TEGOR DOSA

Bahan Bacaan: Efesus 4:11-12  Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus--

Saat seseorang jatuh ke dalam dosa, begitu dalam, maka diperlukan orang lain yang berani menegor dan menelanjangi dosa tersebut. Namun, faktor kedekatan, status, kekayaan, atau jabatan yang melakukan dosa, sering membuat orang enggan untuk menegor. Ini yang umumnya terjadi di masyarakat kita.

Ketika ada suami selingkuh, istri serong, pasangan kumpul kebo, anak-anak terlibat narkoba, tetangga mencuri, dan berbagai kejahatan lainnya, sudah jarang ada yang ambil risiko untuk menegor dan menasehati. Apalagi oknum yang melakukan dosa itu bukan anggota keluarganya, maka orang tak ingin terlibat dan menganggapnya bukan urusannya.

Ini membuat kejahatan makin marak, karena kepedulian kepada orang lain makin kurang, dosa dianggap biasa, dan tak ada yang ambil bagian untuk menegor. Namun, ketika Raja Daud, penguasa Israel selingkuh dengan Betsyeba, istri Uria, masih ada yang berani menegor. Nabi Natan berani pikul risiko dengan menemui Daud dan membongkar dosanya.

Hasilnya apa? Daud menyadari dosanya dan ia bertobat. Ini pernyataannya setelah ditegor Nabi Natan dalam 2 Samuel 12:13-14  Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.
Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati."--

Nabi di sepanjang sejarah memang memiliki tugas khusus. Selain memberi pencerahan mengenai apa yang akan terjadi, mereka dipakai Tuhan membongkar dosa. Itu sebabnya banyak akhir hidup nabi, justru mati dibunuh, karena keberanian mereka membongkar dosa, menelanjangi kejahatan para pejabat, tokoh agama, orang terhormat, dan masyarakat. Tapi itu merupakan tugas dari Tuhan bagi seorang nabi!

Mari baca dalam Matius 23:37  "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.-- Kisah Para Rasul 7:52  Siapakah dari nabi-nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Bahkan mereka membunuh orang-orang yang lebih dahulu memberitakan tentang kedatangan Orang Benar, yang sekarang telah kamu khianati dan kamu bunuh. --

Ada anggapan nabi hanya ada di Perjanjian Lama, tak ada lagi di Perjanjian Baru. Pernyataan Rasul Paulus dalam bacaan kita di Efesus pasal 4 tadi, jelas masih ada orang yang diutus Tuhan Yesus menjadi nabi. Beberapa catatan di Kisah Rasul juga menyatakan hal yang sama. Misal, dalam Kisah Para Rasul 11:27  Pada waktu itu datanglah beberapa nabi dari Yerusalem ke Antiokhia.-- Kisah Para Rasul 15:32  Yudas dan Silas, yang adalah juga nabi, lama menasihati saudara-saudara itu dan menguatkan hati mereka.--

Situasi masyarakat saat ini yang bergelimang dosa, dusta dianggap biasa bahkan sah asal demi kebaikan, selingkuh boleh asal tak ketahuan, mencuri asal tak ada kehilangan, para pejabat yang korupsi, pemimpin gereja yang asyik dengan diri sendiri, anggota jemaat yang tak peduli, dan lain-lain. Diperlukan para nabi yang berani membongkar-bangkir dosa-dosa. Kita prihatin,mimbar khotbah saat ini sudah jarang membicarakan dosa. Pengkhotbah banyak cari aman hanya cari tema yang menyenangkan jemaatnya dan tak menegor dosa dalam gereja. Saatnya para nabi muncul di tengah situasi ini.

Mari berdoa saudara, agar Tuhan mengirimkan para nabi, yakni orang-orang yang berani menegor dosa-dosa. Memang berisiko, tapi jika saudara yang diutus Tuhan, ada dorongan kuat dalam hati, jangan takut untuk berbeda pendapat. Kendati suara mayoritas berkata A, namun Tuhan mengatakan B, maka kita para hambaNya harus bertahan mengatakan B. Selagi Tuhan bersama kita, siapa yang jadi lawan kita? Roma 8:31  Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Tuhan di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? TUHAN YESUS KRISTUS RAJASORGA MEMBERKATI (Medan, 1 Desember 2012, Tim KKS)

Rabu, 19 Desember 2012

CEMBURU BUKAN TANDA CINTA

Bahan Bacaan: 1 Korintus 13:4  Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.--

Asumsi umum yang dianggap benar saat ini, cemburu itu merupakan tanda cinta. Cemburu dianggap wajar sebagai bumbu dalam hubungan suami istri atau yang berpacaran. Malah, kalau tak ada cemburu, maka kadar cinta seseorang diragukan. Benarkah begitu?

Mari kita bahas dulu hakekat suami istri dan berpacaran. Dalam Amos 3:3  tertulis: "Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?"-- Artinya sebuah hubungan diawali kesepakatan kedua belah pihak dalam bentuk perjanjian. Ikatannya adalah kasih atau cinta. Kolose 3:14  Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.--

Jika seseorang mengikatkan diri dengan yang lainnya atas dasar kasih, maka keduanya harus saling percaya. Mereka harus yakin pasangannya mengasihi dengan tulus, sehingga tak mungkin dikhianati dengan selingkuh atau melirik yang lain. Di sini, jika ada cemburu, justru tanda ketidakpercayaan terhadap pasangannya.

Itu sebabnya, Paulus dalam surat pertama ke Korintus yang kita baca tadi di pasal 13, menegaskan kasih itu tidak cemburu. Jadi kalau masih tetap cemburu, bukan kasih yang sesungguhnya. Sumbernya pasti bukan dari Tuhan, tapi dari pihak musuh, yang ingin mengacaukan hubungan yang dibangun atas dasar kasih. Ini yang harus diwaspadai anak-anak Tuhan.

Saudara mencemburui pasanganmu, itu artinya tak percaya kepadanya. Kalau tak percaya, maka pondasi hubungan akan goyah dan menunggu waktunya ambruk, jika tak cepat diselesaikan. Jadi, cepat-cepat selesaikan jika ada cemburu, sekecil apapun sama pasanganmu.

Sebab cemburu sangat berbahaya, ini yang diingatkan Salomo . Amsal 6:34  Karena cemburu adalah geram seorang laki-laki, ia tidak kenal belas kasihan pada hari pembalasan dendam; -- Amsal 27:4  Panas hati kejam dan murka melanda, tetapi siapa dapat tahan terhadap cemburu? --

Cemburu awalnya mungkin hanya menimbulkan rasa was-was, gelisah, dan jantung berdebar kencang. Lalu, makin besar rasa cemburu, bisa membuat tak bisa tidur, tak selera makan dan terbawa ke pikiran sehingga mengganggu konsentrasi. Makin menyala cemburu, mulai bertindak aneh, memeriksa semua alat komunikasi pasangan, hapenya, emailnya, tablet, laptopnya, mengeledah tas kerja, mengecek saku-saku, bahkan memata-matai ke mana dan di mana.

Puncaknya, cemburu bisa membuat kalap dan gelap mata. Tanpa atau dengan bukti, tindakan kekerasan bisa terjadi, baik terhadap diri sendiri (melukai diri, bunuh diri), terhadap orang dicurigai  dan terhadap pasangannya (intimidasi, teror, dilukai, atau dibunuh). Cemburu yang awalnya sepele, sangat fatal akibatnya, kalau tak segera diselesaikan.

Saudara, periksa hatimu, evaluasi hubunganmu, adakah cemburu di sana. Jika ya, ketahuilah itu tak berasal dari Tuhan, tak juga wajar atau manusiawi. Segera ambil waktu berdiam diri di hadapan Tuhan, memohon hati dipulihkan, disingkirkan rasa cemburu, dan dikuatkan ikatan kasih yang saling percaya. Atau jangan-jangan hubunganmu itu sebenarnya tak dibangun di atas kasih! TUHAN YESUS RAJASORGA MEMBERKATI (Medan, 20 Desember 2012, Tim KKS)