Bahan Bacaan: Efesus 4:11-12 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus--
Saat seseorang jatuh ke dalam dosa, begitu dalam, maka diperlukan orang lain yang berani menegor dan menelanjangi dosa tersebut. Namun, faktor kedekatan, status, kekayaan, atau jabatan yang melakukan dosa, sering membuat orang enggan untuk menegor. Ini yang umumnya terjadi di masyarakat kita.
Ketika ada suami selingkuh, istri serong, pasangan kumpul kebo, anak-anak terlibat narkoba, tetangga mencuri, dan berbagai kejahatan lainnya, sudah jarang ada yang ambil risiko untuk menegor dan menasehati. Apalagi oknum yang melakukan dosa itu bukan anggota keluarganya, maka orang tak ingin terlibat dan menganggapnya bukan urusannya.
Ini membuat kejahatan makin marak, karena kepedulian kepada orang lain makin kurang, dosa dianggap biasa, dan tak ada yang ambil bagian untuk menegor. Namun, ketika Raja Daud, penguasa Israel selingkuh dengan Betsyeba, istri Uria, masih ada yang berani menegor. Nabi Natan berani pikul risiko dengan menemui Daud dan membongkar dosanya.
Hasilnya apa? Daud menyadari dosanya dan ia bertobat. Ini pernyataannya setelah ditegor Nabi Natan dalam 2 Samuel 12:13-14 Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.
Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati."--
Nabi di sepanjang sejarah memang memiliki tugas khusus. Selain memberi pencerahan mengenai apa yang akan terjadi, mereka dipakai Tuhan membongkar dosa. Itu sebabnya banyak akhir hidup nabi, justru mati dibunuh, karena keberanian mereka membongkar dosa, menelanjangi kejahatan para pejabat, tokoh agama, orang terhormat, dan masyarakat. Tapi itu merupakan tugas dari Tuhan bagi seorang nabi!
Mari baca dalam Matius 23:37 "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.-- Kisah Para Rasul 7:52 Siapakah dari nabi-nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Bahkan mereka membunuh orang-orang yang lebih dahulu memberitakan tentang kedatangan Orang Benar, yang sekarang telah kamu khianati dan kamu bunuh. --
Ada anggapan nabi hanya ada di Perjanjian Lama, tak ada lagi di Perjanjian Baru. Pernyataan Rasul Paulus dalam bacaan kita di Efesus pasal 4 tadi, jelas masih ada orang yang diutus Tuhan Yesus menjadi nabi. Beberapa catatan di Kisah Rasul juga menyatakan hal yang sama. Misal, dalam Kisah Para Rasul 11:27 Pada waktu itu datanglah beberapa nabi dari Yerusalem ke Antiokhia.-- Kisah Para Rasul 15:32 Yudas dan Silas, yang adalah juga nabi, lama menasihati saudara-saudara itu dan menguatkan hati mereka.--
Situasi masyarakat saat ini yang bergelimang dosa, dusta dianggap biasa bahkan sah asal demi kebaikan, selingkuh boleh asal tak ketahuan, mencuri asal tak ada kehilangan, para pejabat yang korupsi, pemimpin gereja yang asyik dengan diri sendiri, anggota jemaat yang tak peduli, dan lain-lain. Diperlukan para nabi yang berani membongkar-bangkir dosa-dosa. Kita prihatin,mimbar khotbah saat ini sudah jarang membicarakan dosa. Pengkhotbah banyak cari aman hanya cari tema yang menyenangkan jemaatnya dan tak menegor dosa dalam gereja. Saatnya para nabi muncul di tengah situasi ini.
Mari berdoa saudara, agar Tuhan mengirimkan para nabi, yakni orang-orang yang berani menegor dosa-dosa. Memang berisiko, tapi jika saudara yang diutus Tuhan, ada dorongan kuat dalam hati, jangan takut untuk berbeda pendapat. Kendati suara mayoritas berkata A, namun Tuhan mengatakan B, maka kita para hambaNya harus bertahan mengatakan B. Selagi Tuhan bersama kita, siapa yang jadi lawan kita? Roma 8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Tuhan di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? TUHAN YESUS KRISTUS RAJASORGA MEMBERKATI (Medan, 1 Desember 2012, Tim KKS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar