Jumat, 18 Januari 2013

WASPADAI ZONA NYAMANMU

Bahan Bacaan: Matius 17:4-5  Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."--

Siapa yang tak suka kenyamanan. Maunya, tak ada masalah, tak ada gangguan, semua berjalan lancar dan yang ada sukacita. Manusia saat masuk dalam zona nyaman seperti itu, tentu tak ingin momen itu berakhir, dan kalau bisa bertahan selama mungkin.

Zona nyaman itu yang dialami Petrus beserta dua rekannya berada di gunung bersama Tuhan Yesus, tiba-tiba mata mereka terbuka melihat Musa dan Elia. Petrus ingin menikmati terus suasana tersebut, dan tak ingin berakhir. Dia ingin situasi itu permanen, lalu menawarkan cara agar suasana itu tak berakhir, dengan membangun kemah.

Namun, keinginan Petrus yang ingin menikmati terus zona nyaman mendapat interupsi dari sorga. Suara dari sorga menegaskan yang harus didengar hanyalah Tuhan Yesus Kristus. Bukan suara dunia ini, bukan keinginan manusia yang ingin nyaman, tapi yang harus didengarkan dan diikuti hanyalah Tuhan Yesus Kristus.

Selama masih di dunia ini, kita para pengikutnya tak diminta Tuhan Yesus meninggalkan dunia. Malah kita diutus ke tengah serigala, dan pergi ke seluruh dunia untuk menjadikan mereka murid. Matius 10:16  "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.-- Matius 28:19  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,--

Ini yang dialami Paulus, dia rela meninggalkan zona nyaman sebagai orang farisi, pemimpin agama Yahudi, murid guru terkenal Gamaliel dan berbagai fasilitas lainnya, mengikut dan melayani demi Tuhan Yesus Kristus. 2 Timotius 1:12  Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.--

Paulus juga menuliskan 2 Korintus 4:9  kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.-- 2 Korintus 12:10  Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.--

Zona nyaman bisa membuat kita lalai akan panggilan Tuhan dalam hidup kita. Hidup tanpa tantangan akan membuat hidup kehilangan dinamika. Masalah justru membuat kita makin tergantung kepada Tuhan Yesus. Ini yang sering dilukiskan pemazmur, seperti rajawali yang makin stabil terbang, saat angin kencang menerpanya.

Bagi setiap orang zona nyamannya berbeda-beda. Ada yang zona nyamannya kalau banyak uang, ada pula hobinya, nonton bola, ada keluarganya, ada teman-temannya, bahkan ada gereja/persekutuannya. Bukan berarti itu salah, tapi jika itu membuatmu lupa dari tugas dan panggilan Tuhan Yesus buatmu, jika sesuatu itu tak boleh tidak, maka ya saatnya memutuskan 'meninggalkan' zona nyamanmu. TUHAN YESUS KRISTUS MEMBERKATI (Sumatera Barat, 16 Januari 2013, Tim KKS)

Kamis, 17 Januari 2013

RAHASIA SUKSES BELAJAR FIRMAN TUHAN

Bahan Bacaan: Lukas 24:45  Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.--

Seorang pria pekerja yang sedang sungguh-sungguh mencari kebenaran, memutuskan untuk masuk sekolah teologia. Dia merasa dengan sekolah, ia akan lebih mengerti isi Alkitab dan bisa menjelaskan ke orang lain. Secara pribadi, pria ini sudah berupaya mempelajari sendiri isi Alkitab, tapi malah tambah bingung.

Lalu, dia atas saran temannya, membeli beberapa versi buku tafsir Alkitab. Segera pria ini tambah bingung, sebab uraian antara yang satu dengan yang lain membuatnya bingung. Bukan malah tambah mengerti, eh makin tak paham apa isi Alkitab.

Setelah menjadi mahasiswa teologia, di sela kesibukannya bekerja, pria ini terkejut menemukan fakta, di sekolah itu, dia belajar pendapat-pendapat pakar mengenai Alkitab. Rupanya, banyak aliran dan pemahaman tentang Alkitab, yang kadang antara yang satu dengan yang lain berbeda dan kontras. Alhasil, pria tersebut, bukan makin paham Alkitab, tapi makin bingung.

Ini hanyalah contoh kasus yang bisa saja dialami orang lain. Walau tak semua, ada yang memang setelah sekolah teologia, mengaku pikirannya makin dicerahkan  dan pemahamannya meningkat. Kegairahan manusia belajar kitab suci memang sudah lama ada, sejak dulu kala.

Namun, Tuhan Yesus Kristus mengungkap banyaknya orang salah motivasinya dalam mempelajari Alkitab. Mereka belajar untuk dirinya sendiri, agar bisa paham dan ahli menjelaskan ke orang lain. Ini kita baca dalam Yohanes 5:39-40  Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.--

Sentral Alkitab adalah Tuhan Yesus Kristus. Kendati dituliskan pada zaman yang berbeda, oleh orang yang berbeda, tapi diilhamkan satu pribadi, yakni Tuhan sendiri. Fokusnya Tuhan Yesus sendiri, apapun kitab yang dibaca. Jadi, setiap upaya belajar Alkitab yang tak menjadikan Tuhan Yesus Kristus sebagai fokusnya, dipastikan pemahaman akan melenceng dari kebenaran.

Kebenaran merupakan misteri, yang kunci jawabannya ada di tangan Tuhan Yesus sendiri. Kunci jawaban hanya diberikan Tuhan Yesus kepada muridNya, yakni siapa yang mau percaya dan taat kepadaNya. Mari baca dalam Matius 13:11  Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.--

Alkitab hanya bisa dimengerti seseorang jika pikirannya dibuka oleh Tuhan Yesus. Itu yang kita baca tadi di awal pada rekaman Injil yang ditulis Lukas. Untuk itu, cara mudah belajar Alkitab, adalah mendaftar menjadi murid Tuhan Yesus Kristus, sekarang juga, dan memohon Dia membuka pikiranmu agar memahami Alkitab. Fokuslah kepada Tuhan Yesus dan pengajaranNya, jadilah mulailah belajar dari kitab Injil, Matius, Markus, Lukas hingga Yohanes.

Baca, hapalkan dan pelajari Sabda Tuhan Yesus terlebih dahulu, kendati belum sungguh mengerti. Sebab semua isi Alkitab, dari Kejadian hingga Wahyu, fokusnya tentang Tuhan Yesus. Ini akan sangat menolong saat Tuhan gerakka belajar kitab yang lain. Selamat belajar. TUHAN YESUS KRISTUS RAJASORGA MEMBERKATI.(Tim KKS, Dharmasraya Sumatera Barat, 15 Januari 2013).

Senin, 14 Januari 2013

FITNAH DAN MENGHAKIMI

Bahan bacaan: Yakobus 4:11-12  Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya. Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?--

Seorang pria sudah beberapa kali tak ikut ibadah mingguan di persekutuan tempatnya bergabung. Suatu sore, dia ketemu seorang rekan sepersekutuan di suatu cara. Pria ini terkejut, karena temannya itu menginformasilkan orang-orang persekutuan menyebut dirinya telah kembali menjadi manusia lama.

Padahal, pria ini tak bisa ikut ibadah karena mengurus ayahnya yang masuk rumah sakit. Karena kondisinya memerlukan perawatan intensif, sehingga tak sempat ikut kebaktian dan lupa mengabari rekan-rekannya. Lalu, ada yang menyebarkan info di persekutuanya, bahwa pria ini sudah menyimpang dari jalan Tuhan. Dia sedih karena sudah difitnah dan dihakimi, tanpa ditanya sebelumnya.

Mengalami dan menikmati keselamatan dari Tuhan memang membuat hidup jadi luarbiasa. Dipindahkan dari  kegelapan ke terang, dari tak benar menjadi dibenarkan, dari orang berdosa jadi diampuni, dan dari orang terkutuk menjadi diberkati. Begitu kontras, antara kehidupan nerakawi dengan kehidupan sorgawi, karena mau percaya kepada Tuhan Yesus.

Status baru ini membuat sebagian orang Kristen merasa lebih dari orang lain. Seolah-olah semua itu didapatnya karena usahanya sendiri. Mereka lalu tergoda untuk menghakimi sesamanya dan menganggap dirinya paling benar. Apa yang dilakukan temannya dinilai dan dihakimi, berdalih menegor atau membongkar dosa.

Mereka tak sadar, kadang ucapannya dan sikapnya terhadap seseorang sudah kategori menghakimi, bahkan fitnah. Sering memberikan penilaian terlalu cepat, dan tanpa dasar. Hanya katanya dan katanya, tanpa bukti, sehingga jadi fitnah dan melukai orang lain.

Golongan seperti selalu ada di tengah-tengah orang percaya, yang menjadikan fitnah dan menghakimi sebagai hobi. Kalau bertemu,  dengan dalih sharing, malah menggosipi orang lain dan menghakiminya. Bukan malah membawanya dalam doa, kalaupun benar rekannya tersandung dalam suatu masalah.

Yakobus menyadari hal ini terjadi di tengah persekutuan orang percaya. Dia mengingatkan soal fitnah dan menghakimi. Hal ini selaras dengan Sabda Yesus dalam Matius 7:1-2  "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.--

Malah Paulus menegaskan orang yang suka menghakimi sebenarnya masih hidup dalam soal yang dihakiminya tersebut. Mari baca dalam Roma 2:1  Karena itu, hai manusia, siapa pun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama. --

Saudara, kalaupun ada rekan yang mengalami kejatuhan, jangan tergoda menghakimi dan memfitnahnya. Tuhan Yesus mengingatkan Petrus yang pernah menyangkalnya, agar menguatkan rekannya, bukan menghakimi yang akan membuat lemah. Lukas 22:32  tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."-- TUHAN YESUS RAJASORGA MEMBERKATI (Medan, 14 Januari 2013)

Minggu, 13 Januari 2013

LIHAT MASALAH DARI PERSPEKTIF TUHAN

Bahan bacaan: Yohanes 11:11-13  Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: "Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya." Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: "Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh."
Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa.--

Lazarus, saudara Marta dan Maria, pada bacaan kita ini, dalam perspektif/pandangan manusia, telah mati. Artinya, nafasnya telah lenyap, denyut nadi dan jantung telah senyap. Lebam mayat makin lama makin jelas pada tubuh kaku Lazarus.

Ini yang dijelaskan dalam Mazmur 146:4  Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya.-- Seseorang yang mati, maka rohnya akan meninggalkan tubuh jasmaninya. Tubuh itu secara perlahan tapi pasti membusuk menjadi debu tanah.

Namun, dalam perspektif/pandangan Tuhan Yesus Kristus, ternyata Lazarus sedang tidur. Namanya tidur, tentu saja bisa dibangunkan kembali. Ini sempat membuat bingung para murid waktu itu, kenapa Tuhan Yesus menyebut sedang tidur orang yang telah mati. Satu masalah, satu kejadian, satu fenomena, tapi perspektif berbeda dan kontras!

Tuhan Yesus bukan hanya pada kematian Lazarus saja menyebut yang mati sebagai orang tidur. Mari baca dalam Matius 9:18, 24  Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup." berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia. --

Ternyata dalam perspektif Tuhan Yesus, orang mati hanyalah sedang tidur, menunggu bangun untuk kekekalan, apakah hidup.kekal di sorga, atau siksaan kekal di neraka. Itu sebabnya Tuhan Yesus menegaskan dalam Yohanes 11:25-26  Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" --

Saatnya orang percaya memutuskan, apakah mengikuti perspektif manusia atau perspektif Tuhan Yesus? Apakah ikut perspektif manusia, yang menganggap kematian sebagai sesuatu yang menakutkan, sesuatu yang harus ditangisi, atau sesuatu yang malah dipestakan. Atau ikut perspektif Tuhan Yesus, yang menegaskan orang mati hanya tidur. Jadi, kalau orang yang mati di mata Tuhan adalah orang tidur, apakah pantas ditangisi, ditakuti, dimusiki atau dipestakan?

Saudara terkasih, dalam banyak hal, manusia hanya melihat sesuatu dari sudut pandangnya saja, yang terbatas dan belum tentu benar. Renungan hari ini, mengingatkan kita, untuk melihat apapun dari perspektif Tuhan Yesus, yang pasti benar dan akurat. Bukan hanya soal kematian saja. Jadi, tak salah lagi  dalam merespons atau mengantisipasinya. TUHAN YESUS KRISTUS RAJASORGA MEMBERKATI(Medan, 13 Januari 2013, Tim KKS)

Sabtu, 12 Januari 2013

MENIKMATI MUJIZAT DARI TUHAN YESUS

Bahan Bacaan: Yohanes 4:48  Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."--

Banyak orang yang menyebut dirinya sebagai orang Kristen, sebagai pengikut Tuhan Yesus Kristus, tapi tak pernah merasakan adanya kuasa Tuhan menopang hidupnya. Dia merasa hidup biasa-biasa saja, bahkan terbelit dari satu masalah ke masalah lain. Apakah Tuhan itu nyata adanya, berkuasa, menolong dan tetap berkarya, masih teori baginya.

Mengapa bisa terjadi begitu. Padahal Alkitab dan kesaksian orang percaya membuktikan, Tuhan Yesus masih hidup dan.memerintah sebagai Rajasorga sampai sekarang. Dia menjanjikan dan membuktikan janjiNya menyertai orang percaya sampai sekarang. Ini sesuai sabdaNya dalam Matius 28:20  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."--

Tentu saja semua ingin agar Tuhan memberkati hidupnya. Semua mau persoalannya bisa selesai atas pertolongan Tuhan. Saat lemah dikuatkan, saat sedih dihibur, saat sendirian ditemani, saat bergumul ada jalan keluar, dan lain-lain. "Kok semua ini jarang atau tak pernah terjadi dalam hidupku!"  Mungkin kalimat ini yang dilontarkan sebagian orang Kristen.

Saat pegawai istana datang kepada Tuhan Yesus karena anaknya hampir mati, ada pernyataan dari Tuhan: "jika tak ada tanda dan mujizat, kamu tak percaya!" Artinya, percaya menjadi kata kunci untuk menikmati kuasa Tuhan. Percaya merupakan prasyarat menerima tanda mujizat dari Tuhan Yesus. Jadi, sebelum berharap dan menginginkan kuasa Tuhan bekerja, tanyakan kepada diri masing-masing, tanya di hadapan Tuhan, apakah sudah benar saya ini orang percaya?

Atau jangan-jangan mulut  saja yang mengaku sebagai orang percaya, tapi hati belum. Masih meragukan Tuhan mampu, bahkan lebih dari mampu menyelesaikan persoalan hidup manusia. Lebih bahaya, kalau mendua, satu sisi mau percaya, di sisi lain tak percaya. Hal ini akan menghalangi kuasa Tuhan bekerja dalam hidup seseorang.

Percaya kepada Tuhan Yesus, berarti mengakui bahwa Dia Mahakuasa, satu-satunya penguasa di alam semesta, pencipta segala sesuatu, Rajasorga, dan Juruselamat manusia. Lalu, menerima Dia untuk hadir dalam hidupmu, bukan sebagai tamu, tapi sebagai Raja yang mengatur dan memperbaiki kerusakan hidup kita. Tugas kita adalah mematuhiNya, menaatiNya dan melakukan apa kehendakNya serta yang diperintahkanNya.

Tuhan Yesus menyamakan arti percaya dengan taat. Mari baca dalam Yohanes 3:36  Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Tuhan tetap ada di atasnya." --

Tuhan Yesus juga menegaskan orang percaya diberi kesempatan melihat kemuliaan Tuhan dan hal-hal yang dahsyat.  Yohanes 11:40  Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Tuhan?"  Yohanes 1:50  Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu."--

Jadi, bagi orang percaya, menikmati kuasa dan mujizat Tuhan Yesus adalah menu sehari-hari. Berjalan dalam tuntunan Tuhan, menikmati pemeliharaanNya, mendengar teguran dan peringatanNya, dan komunikasi yang akrab dari waktu ke waktu. Sejak bangun pagi, hingga tidur malam, orang percaya merasakan kehadiran Tuhan Yesus dalam hidupnya. TUHAN YESUS RAJASORGA MEMBERKATI(Medan, 12 Januari 2013, TIM KKS)

Jumat, 11 Januari 2013

TUHAN BERIKAN PENGERTIAN DALAM SEGALA SESUATU

Bahan Bacaan: 2 Timotius 2:7  Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.--

Semua harus mengakui keterbatasan manusia, dalam segala hal, apakah itu tenaga, usia, kesehatan, ruang gerak, termasuk pengertian/kecerdasan. Itu sebabnya manusia berupaya mengatasi keterbatasan itu dengan belajar, olahraga, jaga kesehatan/diet dan mengonsumsi obat-obatan/suplemen.

Tapi dalam perjalanan waktu dan fakta membuktikan, keterbatasan tetap keterbatasan. Sekeras apapun seseorang belajar tetap terbatas untuk memahami banyak hal. Seseorang bisa saja tampaknya ahli dalam satu bidang, tapi belum tentu mampu dalam bidang lain. Untuk bisa tetap mengerti, manusia harus terus menerus belajar.

Paulus menyadari benar keterbatasan dirinya. Kendati dia secara intelektual hebat yang pernah menjadi murid Gamaliel, bisa beragam bahasa, menguasai berbagai pengetahuan, tetap saja Paulus tahu betapa lemahnya dirinya. Ketika Paulus memutuskan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Rajanya dan hidup melayaniNya, dia merasakan sesuatu yang beda dari sebelumnya.

Paulus menikmati tuntunan dan pengajaran Tuhan baginya setiap waktu. Hal-hal yang tak dimengertinya, menjadi bisa dipahami ketika Paulus bergantung penuh kepada Tuhan Yesus. Pelayanan Paulus bisa berjalan baik karena Tuhan selalu memberikan pengertian bagi dia dalam segala hal.

Pengertian dari Tuhan Yesus yang diberikan bagi hambaNya bukan hanya terbatas soal Firman Tuhan, tapi juga bidang-bidang lain. Lihatlah bagaimana Paulus bicara mengenai budaya Yunani di Athena. (Baca dalam Lukas 17:16-34). Dia dengan pengertian dari Tuhan bisa mengarahkan tulisan di patung untuk percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Dari pengalaman pribadinya, Paulus berani menuliskan kepada Timotius bahwa Tuhan Yesus memberikan pengertian dalam segala yang diperlukan dalam pelayanan dan hidup sehari-hari. Ini bukan hanya janji, tapi merupakan kepastian. Tuhan Yesus menyatakan hal itu juga dalam Yohanes 14:26  tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.--

Roh Tuhan yang ditempatkannya dalam diri kita, Dia mengajar kita tentang segala sesuatu. Ini yang dialami Paulus, dan kemudian disampaikannya kepada Timotius. Senada disampaikan dalam Yakobus 1:5, supaya yang kekurangan hikmat meminta kepada Tuhan Yesus. Luarbiasa, fasilitas yang disediakan Tuhan bagi setiap pengikutNya.

Jadi saudara, kita tak perlu khawatir bagaimana hidup di dunia ini, bagaimana dalam pelayanan, bagaimana dalam pekerjaan, rumah tangga, keluarga, dan lain-lain. Tuhan Yesus memberikan pengertian untukmu. Kita hanya perlu taat, dan.bergantung padaNya. Mintalah setiap pagi hikmat dan pengertian untuk menjalani hari-harimu.

Sebagai pelajar dan mahasiswa, minta pengertian dari Tuhan Yesus memahami pelajaranmu, sebagai pekerja untuk bekerja dengan baik, sebagai suami bagaimana memperlakukan istri dan sebaliknya, sebagai Hamba Tuhan bagaimana melayani, sebagai tetangga, sebagai warga negara, dan lain-lain, apapun posisimu.

Ini bukan hanya janji, tapi sudah terbukti! Kalau saudara ingin menikmati bukti ini juga, datanglah kepada Tuhan Yesus. Serahkan dirimu secara total dan biarkan Dia membenahi seluruh hidupmu. Tuhan Yesus memberimu pengertian dalam segala hal. TUHAN YESUS KRISTUS MEMBERKATI. (Tim KKS, Medan 11 Januari 2013).

Kamis, 10 Januari 2013

MENERIMA DIDIKAN DAN AJARAN TUHAN

Bahan Bacaan: Amsal 3:11-12  Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.--

Seorang anak ketika ditanya untuk apa pergi ke sekolah, ia menjawab, " agar pintar!" Banyak anak yang berpendapat yang sama. Tujuannya hanya untuk pengetahuan, yakni pintar. Guru sekarang pun kebanyakan fokus membuat anak didiknya pintar.

Salomo dalam Amsal yang kita baca tadi menyebutkan Tuhan bukan hanya mengajar, tapi mendidik dan memberi peringatan. Motivasi Tuhan adalah karena Dia mengasihi manusia yang diciptakanNya. Salomo mengidentikkannya seperti seorang ayah/orangtua yang mengasihi anaknya.

Hal yang sama juga dituliskan di Kitab Ibrani. Mari baca dalam Ibrani 12:9-10  Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.--

Apa beda mengajar dengan mendidik? Secara umum mengajar berkaitan dengan knowledge/pengetahuan. Mendidik adalah membentuk karakter atau kebiasaan baik. Ini merupakan bagian tersulit, sebab mendidik memerlukan kesabaran, konsistensi, dan pengorbanan. Sekarang banyak yang pintar, namun tak berkarakter.

Mendidik seseorang agar berkarakter harus rela mengulang-ulang yang mungkin yang membuat bosan, sejak masih kecil. Itu sebabnya Salomo meminta jangan menolak dan bosan. Harus rela pula memberi peringatan manakala menyimpang dari kebenaran. Ini yang dilakukan Tuhan terhadap manusia sejak penciptaan sampai sekarang.

Namun banyak manusia sekarang termasuk sebagian yang mengaku sebagai orang Kristen, menolak didikan Tuhan dan bosan jika diingatkan berulang kali. Manusia sekarang cenderung hidup semau gue, tak mau mendengar tegoran. Fakta nyata, lihatlah di jalan raya, egoisme dan kecuekan manusia sangat terasa.

Tuhan juga meminta tanggung jawab orangtua mengajar dan mendidik. Salomo menyebutkan dalam bacaan tadi, motivasi mengajar dan mendidik adalah kasih. Jadi orangtua yang benar mengasihi anak-anaknya, harus menyediakan waktu untuk mendidik dan mengajar. Kesibukan mencari nafkah tak bisa jadi lepas dari tanggung jawab ini.

Musa sudah menggariskan ini menjadi kewajiban bagi orangtua. Mari baca dalam Ulangan 6:6-7  Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.--

Saudara terkasih, jika Anda sudah menjadi orangtua, apa sudah melakukan tugasmu mendidik dan mengajar anakmu? Bagi kita semua, apakah kita selama ini justru menolak dan bosan terhadap didikan dan ajaran Tuhan Yesus Kristus. Mari saudara, berdoalah Tuhan lembutkan hati kita, agar dengan senang hati menerima didikan dan ajaran Tuhan Yesus. (Medan, 10 Januari 2013, Tim KKS)