Selasa, 11 Desember 2012

AKU MAU TAAT DAN KOMIT SEPERTI YUSUF

Bahan Bacaan: Kejadian 50:20  Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Tuhan telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.--

Seharusnya Yusuf adalah orang yang keras kepala dan mau menang sendiri, sebab dia bersama adiknya Benjamin, sewaktu masa kecil hingga remaja dimanja ayahnya, Yakub. Lalu, seharusnya Yusuf menjadi pribadi yang penuh luka batin, pendendam dan kepahitan, sebab dia tak menikmati kasih ibunya Rahel, yang meninggal saat melahirkan Benjamin.

Kenapa karakter buruk yang sepertinya logis itu, melihat latar belakang Yusuf, tidak terjadi dalam hidupnya? Kasus istri Potifar, menunjukkan ketaatan Yusuf terhadap Firman Tuhan. Rupanya, dari masa kecil hingga remaja, saat dia dijual saudaranya sebagai budak, Yusuf telah belajar Firman Tuhan, dididik untuk menjauhi dosa, dan hidup dalam kekudusan. Godaan kecantikan tak mempan menggoyang iman Yusuf.

Yakub menerapkan dalam keluarganya Ulangan 6:6-7  Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.-- Itu sebabnya Yusuf menjadi manusia yang taat dan tangguh kendati hidup sebagai budak, masuk penjara, dan selanjutnya diangkat Tuhan menjadi pemimpin di Mesir.

Penderitaan dan perlakuan buruk yang dialami Yusuf tak membuatnya terluka. Dari bacaan kita di Kejadian pasal 50 tadi, jelas Yusuf mengampuni saudaranya. Padahal, kesempatan balas dendam terbuka, kekuasaan di tangannya dan abang-abangnya membutuhkan belas kasihan Yusuf.

Namun, dia bisa melihat apa yang dialaminya dari sudut pandang Tuhan. Bahkan, ada rencana Tuhan yang besar melalui Yusuf untuk menyelamatkan satu bangsa. Jalan-jalan Tuhan begitu ajaib, baik suka dan duka, masa senang dan penderitaan, semua mendatangkan kebaikan, asal kita mau taat dan mau masuk ke dalam rencana Tuhan Yesus.(Roma 8:28).

Bagaimana dengan kita? Banyak orang berdalih untuk tidak taat, dan luka batin. Tak sedikit menjadikan masa lalu dan apa yang dialaminya untuk membenarkan karakternya yang buruk, serta tak mau berubah. Kisah Yusuf mengajar bagi kita, apa pun latarbelakang, masa lalu dan yang dialami, tak bisa jadi alasan tidak menaati Tuhan. Katakan, dan ambil sikap: Saya mau taat dan komit seperti Yusuf.(Medan, 12 Desember 2012, Tim KKS)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar